Sejumlah kendala krusial yang dihadapi oleh Kavaleri AD Singapura saat pertama kali mengoperasikan Leopard 2 justru datang dari alam dan medan operasinya sendiri. Kondisi wilayah Asia Tenggara yang tergolong beriklim tropis dengan tipikal kelembapan dan suhu tinggi menyebabkan seringnya perangkat elektronik di Leopard mengalami error, belum lagi pengembunan yang ditandai munculnya titik-titik air di berbagai tempat dalam kompartemen tempur Leopard. Sementara Singapura yang berwujud negeri kota, jalan raya justru memberikan tantangan tersendiri. Penggunaan rem jadi lebih sering karena tank harus lebih banyak berbelok mengikuti arah jalan. Kampas rem tentunya jadi lebih tipis, dan ganti kampas rem....mahal, bahkan untuk hitungan negara kaya seperti Singapura.
Berangkat dari tantangan tersebut, Singapura menerapkan sejumlah jurus jitu untuk mengatasinya. Pemasangan ECU (Environmental Control Unit) atau AC jadi solusi untuk mengatasi kelembapan tinggi. Sementara itu, Leopard 2SG mendapat perkuatan pada kaki-kaki dan sistem suspensi, berikut pemasangan kampas rem yang lebih tebal. Pengemudi Leopard 2 Singapura juga dilatih untuk menggunakan pengereman melalui engine brake, yaitu dengan menurunkan rasio gigi transmisi, persis dengan pembaca yang menurunkan gigi pada saat hendak mengurangi kecepatan.
http://arc.web.id/artikel/57-hankam/480-mengintip-leopard-2sg-ad-singapura.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar